Sabtu, 08 Agustus 2009

nyanyian cinta

TIARA

Sebuah Nyayian Cinta

Alhamdulilah tuhan, aku mulai merasakan satu wujud suci dan sakral, yaitu cinta dan keterpesonaan dari cahaya keindahan tuha. Siaa dia?. Tentunya anak manusia yang memperoleh banyak karunia tuhan. Tak terbayangkan kiranya. Mengapa segalanya tampak mengalun indah. Bereseminya bunga di taman firdaus. Cahaya menari ke dalam menjadi keindahan dan kecantika berwujud seoran perempuan. Karena kecantikannya meneruskan ke apa saja. Distribusi yang cantik dari akhir hak kecantikannya. Karena kecantikan memanggil apa saja kepadanya. Maka yang tersisa hanya keterpesonaan.

Aku, ya akulah orangnya yang merasakan keterpesonaan oleh sinar keindahan dan menarikku ke dalam wujud kecantikannya, dan tertaha di dalamnya. Ketertarikan ini bukan berdasarkan sebuah keterhinaan wujud syaithaniyah. Tapi, wujud keilahian tuhan.

Dalam hatiku mulai tercerahkan oleh pancaran ilahi. Dari keterpesonaan wujud manusia yang elok. Indah semilir pagi. Indah dengan pantulan sang surya atau pancaran senja di sore hari. Menghiasi bumi dengan pancarab keemasanya. Teofani seperti ini tak pernah ku alami sebelumnya. Aku tidak bisa berujar kata-kata. Atau berujar kata cinta. Karena semua wujudku adalah cinta. Tanganku, wajahku, pandanganku, bibirku semua berujar cinta. Cinta di atas cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar